Model Perhitungan Pendapatan Investasi Saham yang Bisa Dipelajari

Salah satu hal penting yang harus diketahui investor pemula adalah bagaimana menghitung laba atas investasi itu sendiri. Tidak banyak investor pemula yang mengejar “karir” mereka dengan cara berinvestasi yang salah. Model Perhitungan Pendapatan Investasi Saham yang Bisa Dipelajari.

Tidaklah realistis untuk berinvestasi hanya dengan menghitung laba bersih dari investasi saham. Pada artikel ini, kita akan mempelajari lebih lanjut tentang cara menghitung pendapatan investasi saham. Berikut adalah beberapa contoh matematika yang penting untuk dipelajari.

1. Return of Investment

Kita mulai dengan model akun investasi saham yang paling umum digunakan oleh investor yaitu Return of Investment atau ROI. Pada umumnya investor menggunakan periode dasar dalam tahun ketika menghitung hasil investasi saham dengan menggunakan tingkat investasi. Cara ini lebih efisien dan memudahkan investor melihat pertumbuhan investasinya.

Umumnya, rumus menghitung ROI ini dihitung dengan cara mengurangi total penjualan dengan biaya investasi. Kemudian, hasil pengurangan tersebut dibagi dengan biaya investasi dan dikali 100%. Saat seorang investor melakukan investasi saham sebesar Rp10 juta dengan penghasilan setahun sebesar Rp15 juta, maka ROI yang diperoleh sebesar;

= {(Rp15 juta ‚Äď Rp10 juta) : Rp10 juta} x 100%

= (Rp5 juta : Rp10 juta) x 100%

= 0,5 x 100%

= 50%

2. Compound return

Model lain untuk menghitung pengembalian investasi saham adalah compound return. compound return adalah perhitungan di mana seorang investor tidak menarik keuntungan yang diperoleh dari berinvestasi di saham tetapi menginvestasikannya kembali ke dalam modal awal mereka. Metode investasi ini memungkinkan investor untuk mencapai pengembalian nominal yang jauh lebih besar di tahun-tahun berikutnya. Model Perhitungan Pendapatan Investasi Saham yang Bisa Dipelajari.

Misalnya, seorang investor berinvestasi pada saham senilai Rp 100 juta dengan keuntungan 20% per tahun, dan keuntungan yang diterima pada akhir tahun adalah Rp 20 juta. Artinya, jika investor tidak menarik, total modal investasi menjadi Rp. 120 juta. Pada tingkat keuntungan yang sama, investor akan menerima keuntungan dua kali lipat pada tahun depan sebesar Rp. 24 juta, sehingga total investasi menjadi Rp. 164 juta.

3. Arithmetic Mean Return

Arithmetic Mean Return atau AMR adalah model untuk menghitung pendapatan investasi saham yang menunjukkan pengembalian rata-rata yang khas. Sebelum menghitung tingkat pengembalian tahunan, seorang investor harus terlebih dahulu mengetahui cara menghitung AMR. Menghitung investasi saham ini sangat sederhana.

ūüĒ•Trending:  Cara Memilih Saham Yang Baik Untuk Pemula

Investor cukup membagi tingkat pengembalian dengan jumlah tahun investasi. Misalnya, dari 2014 hingga 2016, secara urut masing-masing return-nya adalah sebesar 20%, 25%, dan 15%. Jadi total pendapatan untuk tahun itu adalah 60%. Karena AMR dihitung selama tiga tahun investasi, Anda perlu membagi persentase dengan 3 dan tingkat rata-rata Return adalah 20%.

Karena perhitungan sederhana ini, model AMR lemah. yang merupakan kelemahan dalam memberikan hasil perhitungan yang lebih akurat. Sebab, dalam metode perhitungannya, AMR sendiri tidak memasukkan faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai investasi.

4. Geometric Mean Return

Dibandingkan dengan AMR, Geometric Mean Return (GMR) dapat memberikan perhitungan yang lebih akurat. Perhitungan investasi saham lebih akurat saat menampilkan nilai rata-rata tahunan, terutama saat menggunakan GMR. Data yang dibutuhkan untuk menghitung pendapatan investasi saham tidak jauh berbeda dengan data yang dibutuhkan untuk perhitungan dengan menggunakan metode AMR. Model Perhitungan Pendapatan Investasi Saham yang Bisa Dipelajari.

Masih dengan contoh di poin sebelumnya, di mana dari tahun 2014 hingga 2016 masing-masing persentase return sebesar 20%, 25%, dan 15%. Menggunakan GMR, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

= { 31+20%x 1+=25%x (1+15%) } Р1

= 14,548 %

Pemangkatan dalam rumus ini disesuaikan dengan jumlah tahun yang hendak dihitung.

5. Rata-rata return dalam satu tahun

Terakhir, ada annualized return atau model perhitungan rata-rata return dalam satu tahun. Untuk menghitung annualized return ini, Anda wajib memastikan data yang mau dihitung sudah genap satu tahun. Artinya, jika data yang dimiliki merupakan data investasi selama 11 bulan, maka belum bisa dihitung.

Semisal dalam sebulan return yang diterima oleh investor adalah 2%. Dengan  perhitungan 12 bulan dalam satu tahun, maka perhitungan annualized return bisa dilakukan seperti ini:

ūüĒ•Trending:  Saham Blue Chip Terbaik Pilihan 2022

= 1+0,0212-1

=1,268 ‚Äď 1

= 0,268

= 26,8%

Itulah beberapa model perhitungan pendapatan untuk investasi saham yang perlu Anda ketahui, terutama bagi investor pemula. Cara aman untuk berinvestasi di saham juga penting bagi investor pemula.

Demikianlah postingan kami kali ini tentang Model Perhitungan Pendapatan Investasi Saham yang Bisa Dipelajari. Terimakasih telah mengujungi website kami, semoga kalian dapat merasakan manfaatnya. Terimakasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button